Tentang MJO (Madden-Julian Oscillation)

diagram hovmoller intensitas hujan dari GSMaP NRT

diagram hovmoller intensitas hujan dari GSMaP NRT

Madden-Julian Oscillation atau bekennya disebut MJO, adalah variasi intraseasonal (30-90 harian) di daerah tropis, yang umumnya berakibat pada anomali angin, suhu muka laut, per-awanan dan tentu saja, intensitas hujan di daerah ini. Dibandingkan variasi intraseasonal lainnya seperti Kelvin wave, Equatorial Rossby Wave dll, MJO memiliki sinyal paling dominan, dan relatif mudah diamati dengan menggunakan data OLR (outgoing longwave radiation) atau data hujan TRMM (tropical rainfall measurement mission). Terlebih lagi, saat ini banyak cara untuk mendeteksi MJO, misalnya dengan Diagram Hovmoller, Empirical Orthogonal Function, Wave number-freqeuncy analysis dll.

Salah satu fitur paling menarik dari MJO adalah pergerakannya yang mengelilingi Bumi dari arah barat ke timur, dan paling dominan terlihat di sekitar samudera Hindia dan Pasifik barat. Dengan menggunakan diagram Hovmoller seperti pada gambar di atas, di mana sumbu X menyatakan koordinat bujur, dan sumbu Y menyatakan waktu pengamatan, kita secara kasar bisa memperkirakan lokasi, waktu dan kecepatan MJO pada suatu wilayah.

indeks MJO, menyatakan lokasi dan kekuatan MJO

indeks MJO, menyatakan lokasi dan kekuatan MJO

Gambar di atas adalah rata-rata intensitas hujan pada lintang 7.5 LS – 0 (khatulistiwa sampai selatan jawa). Bila dilihat dari pergerakannya, MJO kemungkinan akan ‘singgah’ di Jakarta, hari ini tanggal 29 Desember 2012, sekitar sore atau malam hari. Hal ini menarik, mengingat Jakarta sangat dipengaruhi oleh siklus diurnal akibat land-sea breeze (angin laut-darat), di mana hujan umumnya terjadi di Jakarta pada siang atau sore hari. Apabila massa uap air yang dibawa MJO bertemu massa udara dari daerah Bogor yang menuju Jakarta, konvergensi bisa terjadi dan berujung pada terjadinya thunderstorn dalam skala besar. Fenomena ini bisa berlangsung selama 1 hari atau lebih, tergantung pada kekuatan dan kecepatan MJO itu sendiri. Seperti halnya gelombang yang berosilasi, daerah yang telah dilalui MJO akan mengalami ‘fase kering’. ‘Fase kering’ maksudnya, cuaca menjadi lebih cerah dan kering, hujan tidak terjadi selama 1 hari atau lebih setelah MJO lewat, dan ini semua kembali tergantung kecepatan dan kekuatan si MJO.

peta hujan global dari GSMaP NRT

peta hujan global dari GSMaP NRT

Tapi yang namanya prediksi, tidak ada 100% tepat. Walaupun MJO diprediksi akan singgah di Jakarta, jangan lupa bahwa variasi cuaca di daerah tropis bukan hanya MJO saja. Masih ada ENSO, Monsun, Kelvin wave, Rossby, Mixed-rossby, diurnal cycle, dll. Kalau diperhatikan baik-baik gambar Hovmoller di atas, banyak sekali pergerakan hujan ke arah barat (dengan skala lebih kecil dari MJO), kemungkinan karena Rossby wave berpotongan dengan MJO. Itulah sebabnya, pergerakan MJO ke timur seperti terputus-putus. Bayangkan saja dua gelombang yang bertemu, maka ada dua kemungkinan: saling menguatkan atau saling melemahkan. Dan, Indonesia merupakan tempat banyak gelombang bertemu, ada yang amplitudonya kuat dan lemah, dengan periodenya yang panjang atau pendek. Pertanyaan selanjutnya yang menjadi PR besar para peneliti cuaca di daerah tropis adalah : bisakah anda secara tepat memperkirakan pergerakan dan kekuatan dari gelombang-gelombang yang saling bertemu itu ??

Jadi kalau anda ingin tahu sesulit apa memperkirakan cuaca di negeri tercinta ini, pandanglah ombak dan riak-riak di laut (bukan rumput yg bergoyang ya), maka anda akan tahu jawabannya …

Cheers …

-Ardhi-

Pos ini dipublikasikan di Analisis dan tag , , , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s