Diskusi PRB: Rob, Banjir dan Modifikasi Cuaca

Banjir rob di Muara Baru Jakarta Utara tahun 2008. (Sumber: antarafoto.com)

Apa hubungannya rob, banjir dan modifikasi cuaca? Dapatkah rob, yang merupakan “air laut berlebih yang melimpah ke darat” dapat diatasi dengan menggunakan Teknologi Modifikasi Cuaca?

Rob adalah bertambahnya tinggi muka air laut sebagai akibat gangguan cuaca lokal (biasanya badai) sehingga lebih sering disebut storm surge, atau faktor tambahan dari penjalaran gelombang pantai (Kelvin wave dlsb).

Kedua faktor, lokal (storm surge) dan regional (Kelvin wave), tadi merupakan faktor dominan penyebab rob disamping pasutnya itu sendiri. Pada saat pasang air laut tentu akan lebih tinggi muka air laut yang berarti potensi pergerakan air laut ini menyebabkan banjir di wilayah pesisir.

Sedangkan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) berfungsi mengurangi curah hujan pada wilayah tertentu. Metode yang digunakan beragam dengan tujuan menjatuhkan hujan sebelum sampai pada daerah tertentu dan/atau mengurangi/memperlambat pembentukan awan hujan pada daerah sasaran.

Rob (yang significant diatas 10 cm) hanya akan terjadi kalau angin relatif tegak lurus (slight oblique) terhadap pantai dan terjadi secara menerus selama lebih dari 6 jam dengan kecepatan angin umumnya diatas 20 knot. Terdapat rumus empiris untuk quick estimate.

Untuk antisipasi pasang purnama 24-27 Januari ini, kalau lihat forecast angin di teluk Jakarta yang cenderung dari Barat – Barat Laut dengan kecepatan <15 knots, kemungkinan kecil untuk menghasilkan rob yang significant, artinya bisa dibedakan mana pengaruh rob dan mana yang pengaruh tidal height.

Kita mengetahui bahwa penyebab banjir adalah air hujan berlebih yang tidak mampu diserap permukaan dan/atau disalurkan ke hilir (laut). Pada saat air laut pasang maka peluang banjir akan semakin tinggi karena air tidak mampu mengalir ke laut.

TMC bekerja pada domain mengurangi curah hujan, baik di hulu maupun di hilir. Dengan berkurangnya curah hujan baik di hulu maupun di hilir maka air pasang tidak menjadi hantu yang sangat menyeramkan.

TMC tidak bisa mengatasi rob, yang TMC lakukan adalah meredistribusi curah hujan.

Kita tidak perlu berharap dengan TMC maka Jakarta akan 100% aman dari genangan. Yang penting dari operasi TMC ini adalah mengurangi curah hujan penyebab genangan.

Sumber: diskusi Tim PRB Banjir Jakarta BPPT.

Pos ini dipublikasikan di Analisis dan tag , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s