Fenomena MJO di Jakarta

Madden Julian Oscilation (MJO) diperkirakan akan melewati Jakarta hingga akhir februari mendatang. Hal tersebut diungkapkan oleh Peneliti Utama Pusat Teknologi Inventarisasi Sumberdaya Alam (PTISDA BPPT), Fadli Syamsudin, saat diwawancarai salah satu televisi swasta nasional (19/13) .

Lebih lanjut Fadli mengatakan jika MJO adalah gangguan gelombang di atmosfir, gelombang tersebut bergerak dari Barat ke Timur sepanjang ekuator, dengan lebar 5 lintang utara dan 5 lintang selatan, atau sekitar 1120 km. Menurutnya, MJO sangat berdampak pada gangguan gelombang yang bisa menyebabkan curah hujan yang tidak stabil, khusunya di Jakarta.

“MJO biasanya terjadi dalam skala 90 hari, yang menghasilkan fluktuasi intra-musiman. Hal tersebut berpengaruh pada variasi cuaca di daerah tropis. Biasanya daerah yang dilewati MJO akan sering terjadi hujan lebat, itu yang dikhawatirkan jika MJO melewati Jakarta dengan membawa uap air yang cukup banyak,” paparnya.

Fadli juga mengatakan jika MJO itu akan terus berputar mengelilingi bumi dengan skala 90 hari. Namun ia menegaskan jika MJO yang akan melewati Jakarta cukup lemah dan tidak berpotensi curah hujan berlebihan yang bisa menyebabkan banjir.

“Berdasarkan analisa kami ketika melihat pergerakan awan, saat masuk ke wilayah Indonesia teryata melemah, dan potensi ancaman banjir yang bisa disebabkan oleh MJO pun berkurang. Namun antipasi dan kewaspadaan tetap harus dilakukan, karena MJO hanyalah salah satu dari sekian banyak faktor yang berpotensi menyebabkan ancaman banjir” ungkapnya.

Melihat dari ancaman MJO yang diperkirakan berpotensi hujan lebat di Jakarta, Kepala UPT Hujan Buatan (UPT-HB BPPT), F. Heru Widodo mengatakan jika pihaknya bekerjasama dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) serta Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), melakukan antipasi lonjakan curah hujan di daerah Jakarta dengan melakukan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC).

“TMC telah kami siapkan untuk mengantipasi curah hujan berlebih agar banjir bisa diatasi di Jakarta. Program redistribusi curah hujan ini akan diperpanjang hungga akhir Februari. Dengan strategi redistribusi curah hujan ini, kami berharap hujan bisa dialihkan laut atau ke daratan yang diperkirakan aman dari banjir,” jelasnya.

Heru mengatakan jika MJO akan bertahan 10-15 hari dan bergerak melewati daerah Jakarta dan sekitarnya. Oleh karena itu, melalui TMC Heru berharap bisa sedikitnya mengantisipasi curah hujan yang berlebih akibat MJO di wilayah DKI Jakarta. (SRRA/humas)

Sumber: situs web BPPT.

Pos ini dipublikasikan di Analisis dan tag , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s